15 Mei 2005 admin

Mengapa Ponsel Tak Boleh Dipakai di Dalam Pesawat Terbang ? Menggunakan ponsel di dalam pesawat terbang – baik sedang mengudara maupun ketika pesawat sedang berada di darat, berpotensi membahayakan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat. Di samping itu, juga melanggar kepantasan dan tatakrama. (lebih…)

15 Mei 2005 admin

Aku terlarut dalam rasa yang terhanyut Dalam waktu yang berlari ku tertatih Bersama angan palsu, asa tanpa malu Sementara kereta terus melaju Dalam berbeda, kau hadiri tatapku Dan bertahan, terus menahan Berlalu dalam bisu Asapmu buatku sesak Dan terjerat dalam candu Lalu kembali hadir dalam bisu Dan tetap seperti hari-hari yang terlalu Kau berbisik dalam mimpi Dan ku tersadar dalam sendiri, sepi… Dalam jingga dan segala warna Dalam kelam satu sisi jiwa Jutaan detik tersia dalam bara mimpi Dan terus menyaksikan kau menari Menari dalam lagu yang tak ku mengerti Lalu kembali kau menghilang untuk waktu yang lama Dan sampai…

3 Mei 2005 admin

Dimusim dingin, aku hanya dapat berlindung dibalik dedahanan, Air mata yang jatuh tak juga dapat mencairkan salju dibawaku, Tuan, datangkanlah sinar yang dapat menghangatkan tubuhku, Dan mencairkan salju-salju disekelilingku. Tuhan, aku melihat sinar dijauh disana, Kuyakin sinar itu perlahan-lahan kan menghampiriku dan menghangatkanku Dan kudapat terbang kembali, bermain bersama teman-temanku, Bebas mengepakkan sayap dan berayun-ayun diatas dahan, bernyanyi ceria, Tuhan, kulihat cahaya itu semakin mendekat, Tapi kumerasa sangat dingin ? Terimakasih, Tuhan, kini cahaya itu berada tepat diatasku, Dan kumerasakan hangat, dinginku lenyap seketika, Tetapi … kemana salju yang berada dibawahku kemana dahan yang sedang kupijak, Tuhan

3 Mei 2005 admin

Mengalah pada hati Bohongi diri Atau mengalah pada emosi (?) Tercuri satu Yang lain tetap utuh Daripada kedua-duanya Ya, lebih baik seperti itu : Tak ada yang tahu Tak ada yang mengerti Legaku … Biar sendiri : Ada yang bermakna Ada yang tak berarti Kadang tertipu Bukan pada hati … mungkin … Seperti itu … itu saja …

3 Mei 2005 admin 1Comment

Sebuah pesawat canggih melintas diantariksa, jauh dari bumi tempat manusia berkumpul Aku berada diantaranya Riuh bocah bumi senandungkan lagu tempe bongkrek Dan rangkaian kalimat-kalimatku mulai sulit dimengerti Lalu datang pesawat singgah Kukira adalah dhillah Kuhentakkan kakiku hingga bergetar seluruh nadi Belum sempat senyum tersembul, kutersadarkan dari mimpi Ya, mimpi indah antariksa buyar seketika Beralih kemimpi buruk dunia fana yang memang nestapa Kusalah duga Kukira dia Dhillah Dan kini, antariksa nyata telah kembali berada dikelopak mata

3 Mei 2005 admin

Hening diri memutar sesuatu didiriku pada masa lalu Memperkosa jari-jari tanganku untuk beraiku Ada yang menjadi beku didiriku Aku menjadi seseorang yang melancholish Hantu, hantu … Datanglah padaku Mengapa kalian hanya datang bertiga ? Kegelapan dimensi entah keberapa hadir indera-inderaku pun gelagapan Bambu … Kucoba memasuki lubangnya memasung diriku sendiri Ah, dasar bambu lemah, kau pecah ! Makhluk aneh yang telah lama tak kujumpa kini hadir dipelupuk mata Sentuhi tepat didadaku Aku kan tidak mengundangmu ! Enyah ! Seseorang gadis dengan sebuah nama hanya melintas saja Mengganggu aku yang sedang semedi digua hirarki Kesaktianku lenyap, ego membara … Dan lagi-lagi…

3 Mei 2005 admin

Nona, bolehkah aku menjemputmu sore ini? Menjemputmu kembali setelah ku meninggalkanmu semalam? Atau kau telah membayar mahal orang lain untuk melakukannya? Ah, Nona… Semalam hanya setitik hitam dari hamparan luas jalan yang kita lalui Jalan yang tak harus selalu mulus teraspal Terkadang harus ada lubang-lubang, atau kumbangan air comberan Nona, maukah nanti sore kau kembali ku jemput? Lalu kita pulang berjalan kaki? Lalui jalan aspal kota ini Dan kaki kitapun lalu pegal… Ah, itu ‘kan sudah biasa, bukan? Mari buat iri sepasang kekasih dalam mobil mewah itu Dan biarkan keringat menjadi saksi cinta kita, bukan tetesan bensin yang terbakar Dan…

3 Mei 2005 admin

Semuanyakan telah aku percayakan padamu… Tentang cinta, kasih sayang, dan pengorbanan Terserah kau pula mau buat apa padaku Menyuruhku tersenyumkah, atau menangis tersedu, lalu tertawa Menyuruhku berdirikah, duduk lalu berlari Aku tak pernah peduli yang akan dilalui Selama itu adalah perintahmu Tapi pagi tadi kau diam saja? Ada apa? Sudah enggankah kau memberi titah? Kalau benar begitu, ada apa? Dan seperti biasa, aku tak berani bertanya Aku turut terdiam disudut menunggu kau bicara Dan kau tetap tak bicara jua Dan kan tetap berdiri sampai nanti Sampai harap tiada lagi Tapi, bicaralah… Atau sekedar melentikan jari menyuruhku melakukan sesuatu Atau kerutkan…

3 Mei 2005 admin

Maafkan aku, wahai gadis berjubah jingga Aku tahu kau begitu tulus dalam cinta Kau unik dan berbeda Terimakasih kau mau memberiku cinta, Tapi maafkan jika aku terpaksa harus menolaknya Kau harus tahu, aku tak mampu membalas pemberian tulusmu Tapi, bukan aku tak memiliki cinta yang kau minta Hanya saja, ada hal lain yang membuatku terpaksa menahan cinta itu Aku tahu kau terluka Dan tadi malam kau menangis Tapi, aku semalampun aku menangis Seorang pria menangis?! Itulah aku… Aku kehilangan cintaku Padahal aku ingat benar, beberapa tahun lalu aku menyimpannya tepat dilaci meja itu Aku kunci erat! Ah, memang salahku yang…

3 Mei 2005 admin 1Comment

Hai… Kau ada dimana? Dengan berjalan kaki sejak tadi kutelusuri trotoar Namun kau tak muncul Aku butuh kau malam ini! Dan seperti malam-malam yang terlalu Cukuplah kau sebagai pemuas nafsu Hai, kau ada dimana? Tahukan kau, aku rindu desah godamu? Aku merindukan senyum dan kerling nakalmu Leok anggun pinggul dan lututmu… Dan semua yang dapat kubeli dengan hanya beberapa lembar ribuan Datanglah padaku, aku mohon… Maka kupastikan, seluruh uang di dompetku akan berpindah ke sakumu – Uang yang hanya cukup untuk satu kali makan Biar kupulang merakak, asal kau lemaskan lututku… Jalang! Kau ada dimana?! Pelacur lain terlalu mahal untukku…