Jum’at, 27 Januari 2006 | 16:37 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla memastikan Pemerintah tidak akan menyetujui penerbitan majalah Playboy di Indonesia. Sekalipun pengelolanya berjanji tak akan mengandung banyak unsur pornografi di dalamnya.
Majalah Playboy versi Indonesia hampir pasti bakalan terbit pada Maret 2006 nanti. Pengelola majalah Playboy Indonesia menyatakan bahwa rencana penerbitan majalah tersebut pada pertengahan tahun ini tetap berjalan sesuai dengan rencana. Pihak pengelola meyakinkan bahwa penerbitan Playboy Indonesia tidak akan memuat gambar-gambar porno (Koran Tempo, 24 Januari 2006)
Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng.. Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah…(That simple?……..) Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga [...]
Jogging adalah salah satu bentuk olahraga yang dilakukan dengan cara berjalan atau lari-lari kecil. Jogging termasuk olahraga yang murah meriah dan bisa dilakukan oleh siapapun. Namun, mempunyai manfaat begitu besar bagi kesehatan tubuh, khususnya organ otak.
Dewasa ini kondisi internasional dan domestik di beberapa negara Timur Tengah menimbulkan aktivisme Islam yang bertambah nyata atau, sering disebut, kebangkitan Islam. Studi ini akan menyoroti hubungan antara harapan-harapan masyarakat muslim yang didasarkan pada agama (the religion-based expectations) dan manifestasi-manifestasi aktivisme Islam yang ada sekarang ini. Sebagai sebuah pedoman mengenai gagasan dasar keadilan sosial dalam [...]
Buat para maniak komputer + Yang suka browsing di rumah + yang punya usaha warnet… Dear All, URGENTTT !!!!! PERHATIAN !!!!!
Belum juga surut gaung studi banding legalisasi judi, kini masyarakat Indonesia kembali digegerkan upaya segelintir orang untuk menerbitkan majalah Playboy Indonesia. Dengan sistem franchise, izin penerbitannya pun sudah diperoleh pada akhir November 2005 yang lalu.
TIDAK ada keistimewaan kita di antara kita sesama kita mari kita baca diri kita dengan seksama kita orang ternama, kita rasa istimewa kita orang kaya, kita rasa orang luar biasa kita profesor, kita anggap orang pilihan manusia kita orang berkuasa, kita anggap manusia super Siapa sebenarnya kita? Kejadian kita dari apa? emas? permata? intan? berlian? [...]
Berikut ini tanggapan di koran Padang Ekspres thd ide “pluralisme”nya JG (dulu cagub dari pan). http://www.padangekspres.com/mod.php? mod=publisher&op=viewarticle&artid=8193
© Agus W. Powered by WordPress.