12 Juli 2005 admin 8Comment

“”Uang tidak dapat membeli cinta””, ungkap The Beatles, sekarang, psikolog
mengungkapkan “”uang tidak dapat membeli kebahagian sekalipun””.

Penelitian pada siswa-siwa sekolah bulan Februari seperti diterbitkan Journal of
Personality and Social Physicology yang dikeluarkan oleh the American
Physicology Association, menyimpulkan bahwa uang merupakan kebutuhan psikologi
paling bawah yang membawa kebahagian dan kecukupan.

Agar dapat mencapai kebahagian, faktor yang paling dibutuhkan adalah kecakapan
dan kemandirian, memiliki penghargaan diri dan merasakan kedekatan dengan orang
lain.

“”Saya suka gaji saya naik seperti orang lain, tetapi saya yakin Anda dapat
memikirkan orang-orang yang telah meninggalkan pekerjaan untuk mendapatkan
banyak uang dibeberapa tempat lain dan menyesalinya,”” tegas Kennon M. Sheldon,
seorang phsikolog dari University of Missouri-Columbia dan wakil ketua
penelitian.

Daftar faktor penelitian paling dasar yang membawa kebahagian dan kebajikan
adalah popularitas (pengaruh) dan uang (kemewahan).

“”Orang yang menghargai uang, kecantikan dan popularitas lebih dari mereka
menghargai kerukunan, pertumbuhan dan sumbangan masyarakat sangat terlihat
kurang sehat secara mental dan banyak tidak bahagia,”” Sheldon menambahkan. Jika
Anda secara financial kekurangan dan tidak memiliki apa yang dibutuhkan, Anda
harus sangat hati-hati dengan hal itu. Tetapi banyak diantara kita yang tetap
mencari dan mencari padahal kita sudah merasa cukup dan hal itu seharusnya lebih
berarti.

Survey pada Siswa-Siswa Sekolah
Para peneliti memberi pertanyaan pada seratus siswa-siswa sekolah di Amerika dan
Korea Selatan tentang pengalaman mereka yang paling menyenangkan dalam interval
waktu yang berbeda, dan kemudian menyurvai pengalaman hidup dan emosional
mereka. Beberapa dari mereka ditanyai hal yang sama dan diberi quiz tentang
pengalaman yang paling tidak menyenangkan.

“”Uang tidak ada dalam daftar pengalaman,”” ungkap Sheldon. “”Tetapi beberapa
orang bagaimana perasaan mereka ketika mereka mempunyai sesuatu; sesuai dengan
urutan, perasaan mereka cenderung negatif.””

Para peneliti menyimpulkan bahwa pengalaman yang paling menyenangkan berasal
dari pemenuhan empat kebutuhan pokok yaitu kemandirian, kecakapan, hubungan dan
penghargaan diri, pengalaman paling tidak menyenangkan dapat disamakan dengan
kekurangan kebutuhan-kebutuhan ini secara phsikologi . Perkembangan fisik,
keamanan, nilai dan kesenangan disusun ditengah antara empat kebutuhan pokok dan
dua di bawah, yaitu popularitas (pengaruh) dan uang (kemewahan).

Penghargaan diri merupakan kebutuhan paling atas bagi orang-orang amerika, dan
hubungan merupakan kebutuhan paling atas diantara orang-orang korea.

Sheldon menegaskan penelitian lalu telah mendukung kesimpulannya- mengklaim
mereka telah menunjukan bahwa orang amerika menjadi lebih kaya pada dekade
baru-baru ini, kebajikan emosi mereka tidak berkembang dan orang-orang yang
lebih makmur biasanya tidak bahagia dibanding dengan orang-rang yang tidak
makmur.

Suatu survei Bulan Oktober 1997 juga mungkin menjadi pendukung buah pikiran
bahwa manusia membutuhkan kecukupan dari sumber selain uang. Survey terbitan
majalah American Demographic menemukan 42% orang amerika akan tetap pada
pekerjaan semula sekalipun menang undian $100 milyar , ungkap Nancy Bunn,
seorang juru bicara Burke Incorporated of Cincinnati sebagai pelaksana survei.
Persentase pemenang undian yang akan tetap pada pekerjaannya bahkan lebih tinggi
diantara responden berusia lebih tua dari 45.

Pertanyaan tentang Survey
Meskipun Sheldon mengakui penelitian ini masih terbatas karena survey tidak
menjangkau diluar siswa-siswa sekolah, yang kadang-kadang tidak memiliki
pengalaman keuangan pribadi dan mencari nafkah yang luas.

Kemungkinkan kurang pengalaman hidup, begitu juga dengan aspek-aspek penelitian
lain , memunculkan pertanyaan pada Margaret Del Francisco , direktur Lotre
Amerika. Dia menyebutkan bahwa uang sering dihubungkan dengan sembilan faktor
pengukur penelitian lain, termasuk keamanan dan kemandirian.

“”Tidakkah mereka menyadari bahwa kemandirian dari segi ekonomi membiarkan Anda
memutuskan?”” Tanya dia sambil memuji pengalaman seorang pemenang undian.

“”Apa yang diberikan mereka adalah rasa keamanan dari segi financial,”” dia
menambahkan. “”Dari mana Anda dan saya menganggarkan dari bulan ke bulan ,
mereka tidak perlu melakukan hal itu lagi…mereka selalu tahu tagihan mereka
yang harus dibayar.””

Tetapi dia menegaskan bahwa pemenang undian sering tetap bertahan pada
pekerjaannya, dan memuji kasus seorang guru di Brooklyn yang berusia 26 tahun
tetap pada pekerjaannya walaupun menang $65 milyar. (abcnews/ys)

8 thoughts on “Gaya Hidup – Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan

  1. I can’t get enough of your site. It’s really a great read. Did you start doing this on your own or with a group of people? It’s quite an impressive feat to have gathered such great content. Keep up the fine writing!

  2. It was my excitement finding your site the other day. I came up here now hoping to learn something new. And I was not disappointed. Your ideas for new tactics on this topic were helpful and a wonderful help to me and my spouse. Thank you for creating time to create these things and for sharing your mind.

  3. In comparison to HDL, which has been privileged with the name ‘tremendous ‘ cholesterol, LDL and VLDL are relatively massive cholesterol molecules; actually, they’re the richest in cholesterol. Unlike your gender or your age, the cholesterol level to your blood is something you be capable to change. Unlike their smaller cousin, which quickly passes through blood vessel walls, the LDL and VLDL versions of cholesterol are meant to take a various pathway; they leave the blood stream in the liver.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *