27 Juni 2005 admin 1Comment

Cinta adalah fitrah manusia. Manusia yang tidak punya rasa cinta, dia tidak normal. Namun, terkadang cinta dapat menyengsarakan jikalau tidak pandai menyikapinya. Beruntunglah bagi orang yang memiliki cinta dan pandai memenejnya, sebaliknya, kasihan benar orang yang kurang pandai dalam memenej cinta.

Cinta bukan untuk dilarang dan dikekang, namun cinta harus disikapi dengan cara yang benar, agar tidak menyengsarakan bagi siapapun. Cinta kepada lawan jenis adalah fitrah, namun kadang menipu. Cinta yang tertinggi derajatnya adalah cinta karena Tuhan, cirinya ialah tidak ada paksaan. Sebaliknya, cinta yang rendah adalah cinta karena nafsu, yang dapat menghinakan manusia, cirinya ialah menuruti nafsu syahwat, hilangnya rasa malu, dan sebagainya.

Cinta tidak hanya menjadi fitrah, ia juga bisa menjadi cobaan, bahkan fitnah. Cinta menjadi cobaan ketika sesuatu yang tidak layak dicintai justru dicintai atau cinta tersimpan kurang tepat ditempat yang seharusnya. Cinta menjadi fitnah ketika cinta itu dilandasi oleh nafsu.

Cinta membuat manusia buta dan tuli. Cinta bisa menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan dan kenistaan. Namun, cinta pula yang membuat hidup lebih berarti, cinta membuat dunia menjadi tiada bertepi, mustahil rasanya ada kehidupan tanpa cinta. Cinta bahkan dapat mengangkat derajat, kehormatan, dan kemuliaan. Cinta dapat membahagiakan. Semua tergantung dari kepandaian memenejnya. Dan, satu hal, kepandaian tergantung dari ilmu yang dimiliki, karenanya, teruslah menuntut ilmu setiap saat agar dapat terus menyikapi segala sesuatu didunia ini dengan cara terbaik dan dengan tujuan yang benar.

Selamat berlomba dalam cinta. (Khajeya)

One thought on “Tentang cinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *