4 September 2008 admin 6Comment

Apa kesan yang terpancar dari bahasa tubuh Anda saat Anda memberikan presentasi, memimpin rapat, atau mengikuti wawancara ketika mengisi lowongan
kerja? Percayakah Anda, bahasa tubuh merupakan salah satu faktor keberhasilan suatu wawancara dan juga presentasi? Ada beberapa bahasa tubuh yang
harus dihindari saat presentasi atau wawancara. Yakinlah, jika diterapkan hal ini akan memberi perbedaan yang amat besar.
1. MENGHINDARI KONTAK MATA
Ini hanya memperlihatkan rasa kurang percaya diri, gugup, dan tidak siap. Luangkan 90 persen atau lebih dari waktu Anda dengan menatap mata para
pendengar/lawan bicara. Banyak orang yang justru mengambil sikap menunduk, seolah-olah membaca catatannya. Para pemimpin dan pengusaha sukses
menatap para pendengar/lawan bicaranya secara langsung pada saat mereka berbicara.
2. BUNGKUK
Kesan yang langsung tertangkap adalah Anda termasuk tipe yang tidak berani dan tidak percaya diri. Nah, coba berdiri tegak, posisikan kaki selebar bahu, dan
agak maju sedikit ke depan. Tegakkan bahu. Kepala dan tulang belakang harus tegak lurus. Jika kebetulan tengah berbicara di atas panggung/di depan
khalayak, jangan gunakan podium untuk menyandarkan tubuh Anda.
3. TAK BISA DIAM
Gugup, tak yakin, serta kurang percaya diri adalah kesan yang tersirat dari bahasa tubuh yang satu ini. Usahakan agar tubuh tidak bergerak-gerak. Tubuh
yang goyang memperlihatkan sikap tidak dapat mengendalikan diri, tidak mampu, dan tidak menguasai topik yang dipresentasikan.
4. BERDIRI BAK PATUNG
Apa yang sampai di benak lawan bicara/pendengar adalah Anda orang yang kaku, gampang panik, membosankan, tidak menarik, dan tidak dinamis. Saat
memberikan presentasi, jangan hanya berdiri seperti patung. Cobalah berjalan, bergerak. Banyak orang beranggapan, cara tepat memberilan presentasi adalah
dengan tetap berdiri kaku di satu tempat. Mereka tidak menyadari, sikap tersebut justru memperlihatkan sikap yang dingin.
5. TANGAN MASUK DI SAKU
Gaya ini menunjukkan sikap tak bersahabat dan merasa “terancam”. Sebaiknya keluarkan tangan Anda dari saku dan gerakkan tangan dari waktu ke waktu.
Tapi ingat, tak perlu melakukan gerakan yang berlebihan karena Anda bukan sedang main drama.
6. MENIRU GAYA
Mungkin Anda merasa gaya si X atau pejabat Anu sangat keren saat ia pidato dan Anda pun menirunya mati-matian. Yang terjadi justru sikap Anda terkesan
dibuat-buat serta tidak alami. Cukup gerakkan tubuh seadanya, jangan berlebihan, dan jangan meniru gerakan tokoh tertentu yang Anda kagumi karena Anda
akan tampak aneh. Dengan meniru gerakan seorang tokoh terkenal yang Anda kagumi, Anda justru memperlihatkan kekurangan Anda dan tampak seperti
badut.
7. GERAKAN BERBUNYI
Memainkan kunci mobil yang ada dalam saku celana sambil berbicara, misalnya, hanya menunjukkan sikap seseorang yang panik, tidak sopan, dan tidak siap
dengan apa yang ingin disampaikan. Sebaiknya sebelum presentasi keluarkan semua kunci atau koin dari saku celana dan taruh di dalam tas. Tanpa segala
macam benda yang memperburuk penampilan Anda, sikap panik sudah terpancar dengan sendirinya dari wajah ataupun dari gerakan tubuh Anda.
8. GUYONAN BERLEBIHAN
Tak ada salahnya melontarkan guyonan atau humor saat memberikan presentasi agar suasana jadi lebih relaks dan tak membosankan. Tapi ingat, jangan
lakukan hal itu secara berlebihan dan keluar dari topik yang sedang dibicarakan. Apalagi lelucon yang menjurus ke pornografi. Ingat, Anda bukan sedang
melawak! Anda juga tak ingin, kan, dicap “kampungan” dan berselera rendah? (tabloid nova)
Have a positive day!
Salam Inspirasi,
HRD & General Services Manager
PT Widatra Bhakti
Moderator I2
www.inspirasiindonesia.com
“PIKIRAN dan TUBUH adalah satu”

6 thoughts on “BAHASA TUBUH YANG HARUS DIHINDARI

  1. Those who possession of to the standard faiths call that the say-so of their certainty rests on uncovering, and that expos‚ is presupposed in the pages of books and accounts of miracles and wonders whose features is supernatural. But those of us who from long discarded the assent in the magical quiet are in the attendance of revelations which are the purpose of faith. We too arrange our revealed religion. We from looked upon the face of men and women that can be to us the symbols of that which is holy. We enjoy heard words of sacred wisdom and truth oral in the possibly manlike voice. Out of the quarter there experience hit to us these experience which, when accepted, allow to us revelations, not of exceptional creed, but of a natural and assured faith in the clerical powers that spark and labour in the center of mortal physically’s] being.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *