Bugar dan Sehat Saat Ramadan

October 18th, 2005 § 0 comments § permalink

SUPAYA tubuh tetap bugar, sehat dan kulit tetap cantik selama menunaikan ibadah puasa, sebaiknya pada waktu makan sahur dan berbuka puasa, aturlah menu makanan Anda sehingga memenuhi syarat gizi dan konsumsilah makanan yang mengandung gizi lengkap.

Supaya tubuh dan wajah tetap segar sepanjang hari selama menjalankan puasa, tetaplah aktif melakukan berbagai kegiatan sehari-hari dan hindari bermalas-malasan serta tidur setelah makan sahur.

Ketahuilah saat berpuasa, cairan yang kita konsumsi mungkin berkurang. Berkurangnya cairan tersebut bisa menyebabkan berkurangnya kelembapan kulit, termasuk kulit wajah serta menyebabkan kulit bibir kering dan pecah-pecah.

Agar terhindar dari dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan untuk menjaga kebugaran, kesehatan, kesegaran tubuh, serta kecantikan kulit saat berpuasa, minumlah banyak air putih pada waktu sahur dan berbuka puasa, yaitu paling sedikit sekira 3 s.d. 4 gelas. Karena, air putih sangat mudah dan cepat diserap tubuh. Selain itu, makanlah makanan yang mengandung air, seperti sayuran dan buah-buahan segar.

Agar selalu tampak cantik dan bugar selama menjalankan puasa, dapat kecukupan vitamin A, C dan E untuk menjaga kehalusan kulit, serta menjaga kulit tetap kenyal dan elastis. Jika merasa perlu, konsumsilah multivitamin dan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Ketika berbuka puasa, sebaiknya jangan makan sekaligus banyak, tapi lakukan secara bertahap, dan mulailah dengan mengonsumsi yang manis-manis dan ringan seperti kurma, aneka kolak, dll. serta hindari mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan. Kurang lebih satu jam kemudian, lengkapi dengan makanan sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral dari sayuran dan buah-buahan.

* *

HINDARI makan sahur berlebihan. Makan sahur sebaiknya tidak melebihi porsi makan sehari-hari, yaitu kira-kira sepertiga dari kebutuhan per hari dan hindari makan terlalu kenyang. Makan sahur terlalu kenyang dapat menyebabkan naiknya kadar gula dalam darah dan menyebabkan produk hormon insulin meningkat, sehingga tubuh menjadi mudah lelah, letih, lemas, lesu, sakit kepala, sakit perut, dan selalu mengantuk.

Selain itu, sebaiknya makan sahur selambat mungkin, sekira setengah jam sebelum waktu imsak. Pilihlah jenis makanan yang dapat mengenyangkan agak lama, seperti nasi, sumber protein hewani, nabati, serta sayuran yang mengandung serat tinggi.

Untuk merawat kulit wajah selama menjalankan puasa, lakukan facial untuk membersihkan, melembapkan kulit wajah, dan mengangkat sel-sel kulit mati. Sebaiknya oleskan lebih banyak pelembab dari biasanya dan usahakan untuk lebih sering membersihkan kulit wajah. Untuk mencegah kekeringan kulit tubuh selama menjalankan puasa, biasakan untuk mengoleskan hand body lotion sesering mungkin.

Agar bibir selalu lembap, tidak pecah-pecah dan tidak kering selama menjalankan puasa, rawatlah bibir dengan mengoleskan lips conditioning atau gliserin (dapat dibeli di apotek atau toko obat) agar kulit bibir lembap. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama menjalankan puasa, serta untuk melancarkan sirkulasi darah dan menyehatkan kulit, lakukan olah raga ringan atau senam yang tidak terlalu menguras tenaga selama beberapa menit. (Surtiningsih)***

Penulis, pengamat sosial keagamaan/penulis buku.
Diambil dari http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/1005/18/syiar04.htm

Popularity: unranked [?]

Tips Menyambut Bulan Suci Ramadhan

September 27th, 2005 § 0 comments § permalink

Tanpa terasa Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Ramadhan datang setiap tahun silih berganti. Ramadhan tahun lalu telah pergi dan menjauhi kita dengan meninggalkan sejuta kesan bagi yang memanfaatkannya dengan seksama. Ramadhan kini akan datang lagi, dengan membawa beragam hikmah dan keistimewaan-keistimewaan di dalamnya. Pada setiap Ramadhan datang, kaum muslimin memuliakannya dengan ibadah, seperti: berpuasa, tadarrus Al-Qur’an, qiyamul lail, dan lain sebagainya. Hal itu kita lakukan karena kita telah menyadari akan pentingnya Ramadhan buat hidup kita.

Rasulullah SAW. bersabda: “Wahai umat manusia. Bulan yang mulia (Ramadhan) telah mengunjungi kamu, bulan penuh keberkahan. Suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih berharga dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya suatu kewajiban (fardhu), sedangkan mengisi malam-malamnya dengan kebajikan-kebajikan dan pengabdian merupakan tathawwu’ (amal-amal sunat), yang amat bernilai.” (H.R. Ibnu Khuzaimah)

Ramadhan yang berkunjung sekali dalam setahun, tak salah lagi, dia merupakan suatu kesempatan bagi kaum muslimin mengejar dan berlomba dalam kebajikan. Ramadhan sebagai wadah penempa jasmani dan rohani, untuk menjadikan hidup bermanfaat. Karena itu perbanyaklah amal pagi dan petang, siang dan malam.

Adapun usaha menyantuni, mempermudah kesukaran orang lain, memudahkan yang mudah (tidak mempersukar) dan memperingan yang berat (tidak tambah diperberat), mendamaikan orang-orang bertengkar, membaca Al-Qur’an, bertasbih, bertahmid, bertakbir, berdo’a, memohon kebajikan kepada Allah SWT., mengembalikan orang yang sesat ke jalan yang benar, menunaikan tugas dengan tepat, menunaikan amanah dan bertanggung jawab, menahan diri dari mencerca dan berkata-kata yang mubazir, menahan nafsu dari keserakahan, tamak, rakus, sombong, iri hati, emosi dan berbagai sifat atau nafsu angkara murka, semuanya itu termasuk amal kebajikan yang ikut menghiasi dan memperindah Ramadhan bagi diri setiap orang yang berpuasa.

Begitu istimewanya Ramadhan ini, makanya kita perlu mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, maka Allah mengharamkan jasadnya menyentuh api neraka.”

Kegembiraan menyambut bulan suci Ramadhan tidaklah ditunjukkan dengan kegembiraan material (fisik), seperti: menyambut Ramadhan dengan makanan yang serba mewah dan lengkap, bakar petasan, bahkan ada yang menyambut bulan Ramadhan dengan pesta pora yang tidak ada manfaatnya. Na’uzubillah. Namun, kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah dengan melatih diri (sehat fisik) dan berupaya untuk membersihkan jiwa (mental spritual) agar bisa maksimal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan nanti.

Tips Menyambut Ramadhan
Selain kesiapan fisik (kesehatan tubuh), persiapan mental spritual (keimanan) jauh lebih penting. Untuk itu, sebelum memasuki bulan Ramadhan kita harus banyak memperbaiki hati (jiwa) kita agar senantiasa bersih. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syams (91): 9-10. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwanya. Dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya.”

Hakikat dari ibadah yang kita kerjakan dalam bulan Ramadhan nanti adalah dalam rangka kebersihan jiwa (tazkiyah an-nafs) untuk betul-betul menjadi orang yang bertaqwa (muttaqin). Jadi, merugilah kita yang telah melaksanakan ibadah tapi ternyata tidak mampu untuk membersihkan jiwanya, tidak betul-betul menghayati makna substansial dari ibadah yang ia kerjakan itu.

Mudah-mudahan kita bukan orang-orang yang hanya memaknakan ibadah kita secara lahiriyah tapi betul-betul memaknainya dengan secara sebenarnya. Pada akhirnya, setiap ibadah yang telah kita kerjakan akan menghantarkan diri kita menjadi orang yang punya kesucian baik lahir maupun bathin. Hal terpenting buat kita adalah senantiasa memelihara kesucian diri, jangan sampai mengotorinya dengan perbuatan-perbuatan yang keji dan munkar. Ada beberapa hal yang bisa kita amalkan agar hati kita senantiasa bersih dan lembut dalam rangka siap mental spritual untuk menghadapi bulan Ramadhan.

Pertama, banyak mengingat Allah dalam hati dan lisan. Dengan dzikr hati bisa menjadi tentram, sehingga dapat dengan jernih melihat berbagai persoalan yang dihadapi. Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’du (13) : 28 berfirman : “yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

Kedua, membaca Al-Qur’an dan menelusuri kandungannya. Alquran memperkenalkan dirinya sebagai hudan li al-Nas (petunjuk bagi manusia). Inilah fungsi utama kehadirannya. Dalam rangka penjelasan tentang fungsi Al-Qur’an ini, Allah menegaskan: “kitab suci diturunkan untuk memberi putusan (jalan keluar) terbaik bagi problem-problem kehidupan manusia.

Ketiga, berbuat baik kepada anak-anak yatim dan faqir miskin. Inilah yang dipesankan oleh Rasulullah SAW : “jika anda ingin melunakkan hati anda maka sentuhlah kepala (sayangilah) anak yatim dan berilah makan orang miskin”. (HR. Ahmad)

Keempat, banyak mengingat mati. Ketahuilah bahwa hati orang yang tenggelam dalam urusan duniawi, mengejar kesia-siaannya, dan menghambakan cinta kepada kenikmatannya yang palsu, akan lalai dari mengingat maut. Sikap lalai yang dilakukan oleh orang banyak terhadap kematian adalah akibat kurangnya perenungan dan ingatan terhadapnya. Allah Ta’ala berfirman : “katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu”. (Q.S. Al-Jumu’ah (62): 8)

Kelima, senantiasa instropeksi diri. Manusia yang baik adalah yang senantiasa mengevaluasi amal yang sudah dikerjakannya pada masa lalu dalam rangka kehati-hatian berbuat untuk peningkatan kualitas amalnya ke depan. Dalam Al-Qur’an Surat al-Hasyar (59): 18 dijelaskan: ” Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri mengevaluasi setiap apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerakan”.

Kesadaran kita akan kelalaian dalam beribadah pada bulan suci Ramadhan yang lalu akan menghantarkan kita untuk lebih berhati-hati dan berbuat maksimal dalam beribadah pada bulan suci Ramadhan kali ini.

Penutup
Nabi Muhammad SAW. mengingatkan: “Berapa banyak orang yang melaksanakan ibadah puasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” Hadits ini menunjukkan bahwa kesiapan mental spritual (ruhaniyah) harus sejak hari ini dilakukan, sehingga pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadhan nanti betul-betul mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT.

Marilah kita ucapkan: “Marhaban Ya Ramadhan” (Selamat datang bulan Ramdhan)-sembari bersiap diri baik secara fisik dan juga mental spritual. Mudah-mudahan kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT. untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Amin.

Wallahu a’lamu.

* Penulis adalah Dosen FS. IAIN-SU Medan Dan STAIS T.Tinggi Deli
Diambil dari http://www.waspada.co.id/serba_waspada/mimbar_jumat/artikel.php?article_id=66041

Popularity: unranked [?]

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

September 27th, 2005 § 0 comments § permalink

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah). (Bul/Hidayatullah)

Popularity: unranked [?]

SIFAT RAMADHAN RASULULLAH MENYAMBUT RAMADHAN

September 27th, 2005 § 0 comments § permalink

Insya Allah, Ramadhan 1426H akan hadir
kembali menjumpai kita, marilah kita persiapkan diri-diri kita dan
keluarga kita. Maka sepantasnyalah kita kembali mengingat dan
mengulang-ulang kembali ilmu dan amal (sunnah) apa yang harus kita
ketahui tentang Ramadhan itu, sebagaimana Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam dan para sahabat menyambut Ramadhan, berikut Kami
sampaikan kembali kepada pembaca yang dirahmati Allah, sehingga
amalan itu diterima di sisi Allah Ta’ala, dimana ikhlash dan sesuai
dengan contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para
sahabatnya, amin…

Bagaimanakah cara Rasulullah Shallallahu
`alaihi wa Sallam dan para shahabat-nya menyambut
Ramadhan?

Ma`asyiral muslimin rahimakumullah ! Kalau kita
melihat kembali sejarah kehidupan Rasulullah Shollallahu `alaihi wa
Sallam dan para shahabat-nya baik dari kitab-kitab sejarah yang
dikarang oleh para `ulama ataupun melalui kitab-kitab hadits yang
telah menjelaskan tentang hayat Rasulullah Shollallahu `alaihi wa
Sallam secara terperinci dan dengan sanad yang shohih serta terjamin
kebenarannya, maka tidak akan kita dapati satu riwayatpun jangankan
yang shohih, yang palsu saja tidak ada sama sekali, dimana Rasulullah
Shollallahu `alaihi wa Sallam dan para shahabat-nya menyambut
kedatangan bulan yang suci ini dengan acara-acara tertentu
sebagaimana yang kita saksikan dikalangan masyarakat `awam di zaman
sekarang.
Allah `Azza wa Jalla telah membimbing hamba hamba-Nya
yang mukmin terutama Rasul-Nya `alaihis Sholatu was Sallaam sebagai
utusan-Nya kepada hamba hamba-Nya untuk menyampaikan risalah/ajaran
ini kepada mereka dengan sempurna yang tidak membutuhkan kepada
tambahan dan pengurangan apalagi dalam permasalahan ibadat
kepada-Nya, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah Ta`ala
:

((????? ?????
??? ????? ??????
????? ?????
????? ??? ???????
????)). ???????
(3).

Artinya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk
kamu Dinmu, dan telah Ku cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah
Kuridhoi Islam itu sebagai Din bagimu.” Al Maaidah
(3).

Sesungguhnya Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam
telah berkata :

((??? ?? ???
??? ???? ???
??? ??? ????
?? ??? ???? ???
??? ?? ?????
???? ???????
?? ?? ?????
???….))

Artinya : “Sesungguhnya
tidak ada seorang Nabi sebelum saya kecuali diwajibkan atasnya untuk
menunjukan ummatnya kepada kebajikan yang dia ketahui kepada mereka,
dan dia ingatkan dari kejelekan yang dia ketahui kepada mereka……”
Hadist diriwayatkan oleh Muslim (1844) dari jalan Ibnu `Amru.

Al
Imam At Thobraniy telah mengeluarkan satu riwayat dalam kitabnya
“Mu`jam al-Kabiir” (1647) dari jalan Abi Dzarr Al
Ghifaariy radhiallahu `anhu; berkata : “Rasulullah Shollallahu
`alaihi wa Sallam telah meninggalkan kami sampai sampai tidak ada
seekor burungpun yang terbang di udara dengan mengipas ngipaskan
kedua sayapnya kecuali Dia telah menunjukkan kepada kami tentang
ilmunya”. Kemudian dia berkata : “Berkata Rasulullah
Shollallahu `alaihi wa Sallam :

((?? ???
?? ???? ?? ?????
?????? ?? ??????
??? ??? ???
???)).

Artinya : “Tidak ada sedikitpun
yang tersisa tentang apapun amalan yang mendekatkan diri seseorang ke
syurga atau menjauhkan dirinya dari neraka kecuali telah dijelaskan
dengan sejelas jelasnya.” Sanad hadits ini shohih. Lihat
takhrijnya di : “Al-Itmaam” (21399), “Ar- Risaalah”
(hal. 93) oleh Al Imam as-Syaafi`i yang ditahqiq oleh Ahmad Syaakir,
“Miftaahul Jannah” (hal. 32), oleh as-Sayuthiy dengan
ta`liiq Badr Al Badr.

Kaum muslimin hadaakumullah! Hadits Nabi
Shollallahu `alaihi wa Sallam yang mulia ini sangat jelas sekali
menerangkan kepada kita bahwa apapun `amalan yang bisa mendekatkan
seseorang ke syurga dan menjauhkannya dari neraka betul betul Rasul
kita Shollallahu `alaihi wa Sallam telah menjelaskannya kepada
kita.

Oleh karena itu apapun bentuk `amalan yang baru atau
bid`ah sesungguhnya perbuatan itu merupakan tambahan terhadap
Syari`at Yang Mulia ini, dan keberanian yang sangat jelek sekali yang
dicanangkan oleh yang mengamalkannya dimana dia menyerukan bahwa
Syari`at ini belum lengkap, dan belum sempurna !, maka menghajatkan
untuk ditambah dan diadakan yang baru baru di dalamnya.

Kaum
muslimin rahimakumullah ! Syaikh Saliim Al Hilaaliy dan Syaikh `Ali
Hasan dalam kitab mereka “Shifat Shoum Nabi Shollallahu `alaihi
wa Sallam”, hal. 27-29 telah menerangkan kepada kita bagaimana
cara memasuki bulan yang penuh dengan keberkatan ini sebagai berikut
:

Pertama : Mencukupkan hitungan Bulan Sya`ban.

Sangat
dianjurkan terhadap ummat Islam untuk menghitung dan menyempurnakan
bilangan Bulan Sya`ban sebagai persiapan untuk memasuki bulan
Ramadhan, karena jumlah hari dalam satu bulan itu berkisar diantara
dua puluh sembilan atau tiga puluh hari, lalu kalau hilal sudah
disaksikan hendaklah berpuasa, namun kalau dibatasi/dihalangi ketika
menyaksikan hilal itu oleh awan hendaklah dicukupkan atau
disempurnakan jumlah hari di bulan sya`ban itu menjadi tiga puluh
hari, karena Allah Ta`ala-lah yang telah menciptkan langit dan bumi
ini dan dijadikan bulan tersebut sebagai waktu untuk menghitung
jumlah hari dalam setahun, dan satu bulan tidak pernah lebih dari
tiga puluh hari.

Dari Abu Hurairah radhiallahu `anhu berkata :
berkata Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam :

((?????
??????? ???????
??????? ???
?? ?????? ???????
????? ??????)).

Artinya
: “Berpuasalah kalian dengan melihat hilal (bulan), dan
berbukalah dengan menyaksikan bulan (syawal), kalau kalian terhalang
ketika menyaksikan hilal oleh awan, maka kalian sempurnakanlah
sya`ban menjadi tiga puluh hari.” Hadits diriwayatkan oleh
al-Bukhariy (4/106), Muslim (1081).

Dari `Abdullah bin `Umar
radhiallahu `anhuma- berkata Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam
:

((?? ??????
??? ???? ???????
??? ?????? ???
????? ??? ??
?????? ???????
??)).

Artinya : “Janganlah kalian berpuasa
sampai betul betul kalian melihat hilal, dan jangan kalian berbuka
sampai kalian betul betul melihatnya, kalau kalian dihalangi oleh
awan ketika menyaksikan hilal itu, maka sempurnakanlah hitungan bulan
sya`baan.” Hadits dikeluarkan oleh Al Bukhariy (4/102), Muslim
(1080).


.


Diambil dari My
Qur’ an

Popularity: unranked [?]

Where Am I?

You are currently browsing the Ramadhan category at Trader FX & Web Designer.

  • Categories

  • Recent Posts

  • Recent Comments

  • Galeri

    Photo-008734727_164137883601873_100000169873600_572233_465558_nusg_bulan_ke4usg_bulan_ke3usg_bulan3Untitled-2Untitled-1image003FhotoFthoAkaImage(502)neni_sendirineni_sendiri2
  • Iklan

  • Tags

  • Archives