3 Desember 2008 admin 0Comment
David Nott dan rekannya di Medecins Sans Frontieres (MSF), Rutshuru.

Dibantu dengan petunjuk dari pesan layanan singkat atau SMS, seorang dokter bedah asal Inggris berhasil mengamputasi lengan kiri seorang anak laki-laki usia 16 tahun di Kongo, Rabu (3/12). Gara-gara digigit kuda nil saat memancing, sebagian besar otot yang mengelilingi bekas gigitan mati dan hanya ada kulit yang membungkusnya, lengan kiri anak itu harus diamputasi.

David Nott, 52, nama dokter bedah vaskular itu bekerja tak kenal lelah di lembaga sosial Medecins Sans Frontieres (MSF) di Rutshuru, Kongo. “Anak itu sekarat. Dia hanya punya dua atau tiga hari untuk bisa bertahan saat aku melihanya.” kata Nott.

Nott, yang belum pernah mengalami kasus seperti ini mengontak kawannya dari Rumah Sakit London Royal Marsden yang pernah mengalami kasus sama. Maklum di Inggris kasus semacam cuma segelintir, hanya 10 kali selama setahun. Kebanyakan pasien kanker ini tak tertolong gara-gara kehilangan banyak darah.

Nott, yang sedang berada di Kongo terpaksa harus ber-SMS ria dengan temannya di London. “Saya kirim dia SMS dan dia balik kirim SMS menginstruksikan prosedur operasi.” jelas Nott yang sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Charing Cross, London barat.

Operasi berjalan lancar, meski Nott sempat kewalahan karehan harus bekerja keras bagaimana memperlakukan anak itu saat operasi. Dengan hati-hati, Nott mengikuti instruksi. “Saya tahu persis apa yang dimaksud kawan saya lewat SMS karena kami sudah berkali-kali melakukan operasi bersama.”

Secara personal, Nott memantau perkembangan si anak ini meski perlengkapan medis yang ada di Kongo tempatnya berkarya sosial selama sebulan setiap tahun, kurang begitu memadai. “Saya terharu saat memandang wajahnya di situs MSF. Sungguh membanggakan hasilnya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *