16 Agustus 2007 admin 0Comment

Ditulis oleh: Liong Vincent Christian / Vincent Liong
Tempat /Hari/Tanggal: Jakarta, Senin, 13 Agustus 2007

Balasan / pertanyaan harap di-Cc ke email:
<vincentliong@ yahoo.co. nz>
Hubungi: 021-70006775, 021-98806892, 08881333410.

Ingin ikut diskusi?! klik saja e-link di bawah ini:
http://groups. yahoo.com/ group/Komunikasi _Empati/message/ 2346
http://groups. yahoo.com/ group/vincentlio ng/message/ 22194

Pada awalnya kompatiologi dikembangkan oleh
orang-orang yang cukup skepstis baik terhadap hal yang
disebut metafisika maupun pemikiran dan teori yang
disebut scientific atau ilmiah. Misalnya beberapa
diantaranya yang bisa saya ceritakan:

Saya punya sahabat bernama Ho Jun, anak dari Ho Jung
Phil seorang pejabat bagian Ekonomi dari kedutaan
besar ‘DPRK’(Democratic people Republic of Korea) di
Jakarta. Karena saya ketika tinggal di Sydney fans
berat dengan film Korea berjudul Joint Security Area,
maka saat itu saya bercita-cita menjadi mata-mata
beneran maupun bohongan. Ketika kembali di Jakarta
saya memilih masuk The Gandhi Memorial International
School karena sekolah itu diisi anak-anak aparat
kedutaan besar negara-negara yang masih ada konfik
seperti banyak negara Arab, Asia, Afrika dan ppecahan
negara USSR, di sekolah ini musuh politik dan ideologi
bisa duduk dalam satu kelas bahkan bersahabat sambil
tetap memainkan drama politik masing-masing untuk
tetap survive. Saya banyak belajar permainan mereka
terutama dari Ho Jun dan ayahnya Ho Jung Phil dalam
drama kehidupan mereka bersama saudara-saudaranya
(sesama anak agen DPRK) yang bukan sahabat (sesama
agen saling memata-matai) .

Sahabat lama saya Kotaro Hamada. Kotaro ini membantu
saya dalam tahap awal bahkan sebelum penelitian untuk
membuat ilmu kompatiologi dimulai dengan meminta saya
menemani hobinya yaitu berpindah-pindah kafe dan
restoran. Kotaro suka mencari restoran atau kafe yang
sesuai dengan mood-nya saat itu, lalu kalau mood nya
berubah akibat suasana atau makanan yang dimakan maka
ia segera membayar dan pindah ke kafe atau restoran
yang lain. Kadang-kadang kotaro juga membuat percobaan
dengan saya dengan cara mencari rumah yang akan dijual
atau dikontrakkan, lalu kita bahas perkiraan-perkiraan
sebelum masuk ke rumah tsb, saat masuk ke rumah tsb
dan sesudah keluar dari rumah tsb. Hal yang dibahas
mulai dari pengaruhnya ke sifat orang, karakter
pemilik rumah yang lama, memori-memori yang tersisa di
rumah tsb, bentuk dan tataletak rumah dlsb.

Lain lagi sifatnya Bimo Wikantiyoso yang suka pergi
dengan saya mengamati restoran dan toko-toko di Plaza
Semanggi dekat kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta.
Kadang kami membahas perubahan-perubahan dari diri
kami sendiri dan rekan kami, jadi saya dan bimo
membahas bergantian. Kami sempat melakukannya setiap
hari selama 3 bulan dia terus mengikuti saya dan
dilanjutkan secara terputus-putus dalam pertemuan kami
yang rata-rata 1x seminggu hingga sekarang.

Saya juga pernah punya pengikut yang bernama Faris
Fredy Putranto yang adalah keponakan dari Bagus Takwin
yang dosen UI itu. Fredy ini karena mamanya kagum
dengan kesuksesan Takwin memasukkan anaknya ke jurusan
psikologi di universitas Atma Jaya agar sukses meniru
jejak Bagus Takwin. Fredy ini orangnya work hard play
hard. Sebagai kompensasinya terhadap kondisi salah
jurusan dia menjadi anak yang suka aneh-aneh. Mulai
hari menceperkan motor, membuat banyak tindikan di
banyak tempat di tubuhnya, ikut gang motor, dlsb. Saya
mengamati proses Fredy mulai dia suka aneh-aneh sampai
tiba-tiba melepas semua keanehannya dan jadi tukang
menawarkan kredit bank yang berpakaian rapi, berdasi
dengan spatu kulit ala kantoran. Saat ini ia telah
pindah sekolah ke univrsitas Bina Nusantara sesuai
jurusan yang diinginkannya.

Dari ini semua saya mengamati pola-polanya, hingga
ketemu metode semacam apa yang bisa dibuat secara
sistematis, mudah, singkat tetapi menyeluruh (bukan
menyederhanakan lho) sehingga seseorang bisa
diinstalasi sistem ukur yang membuat dirinya mampu
mengukur dirinya sendiri dan di luar dirinya sendiri
hingga ada muncul pertimbangan- pertimbangan atas sebab
akibat yang dipilihnya sendiri, instropeksi
(pengadaptasian) dilakukan atas niat sendiri sesuai
tujuan yang dibuat sendiri.

—–

Kesulitan yang dihadapi pengajar dan pengguna
kompatiologi baru muncul akhir-akhir ini. Ini
disebabkan karena orang yang kita hadapi adalah
orang-orang yang berbeda dengan kondisi penelitian
awal kompatiologi yang hanya peduli pada dirinya
sendiri, tidak peduli metafisika, tingkatan spiritual,
teori yang disebut scientific atau ilmiah yang
semuanya bersifat pembenaran, anggapan dan keyakinan.

Ilmu berbasis budaya ‘berpikir’ mensugesti pikiran dan
perasaan diri sendiri secara sadar atau tidak sadar
dengan berbagai pembenaran, anggapan dan keyakinan
baik dengan bahasa-bahasa metafisika, spiritual,
ilmiah dan scientific; Memiliki satu ciri khas yang
membedakannya dengan kompatiologi, karena membutuhkan
sugesti terhadap pikiran dan perasaan (tidak alamiah /
tidak apa adanya / harus disengaja / disugesti) maka
selalu ada dua titik ekstrim yang non-egaliter,
misalnya: sangat yakin >< sangat tidak yakin , terasa
>< tidak terasa , percaya >< tidak percaya , benar ><
salah , ada >< tidak ada , berbakat >< tidak berbakat
, guru >< murid , dlsb…

Hal ini sangat berbeda dengan ilmu kompatiologi pada
penerapannya (bukan pada saat ritual
dekon-kompatiologi yang memang ada SOP yang disengaja
/ dikondisikan) adalah ilmu yang sifatnya alamiah,
apa-adanya, otomatis jadi tidak perlu disengaja, juga
tidak perlu / tidak boleh ada sugesti. Ketika mata
anda diminta melihat sebuah tulisan, lalu anda
membacanya maka tidak satupun orang bertanya pada saat
yang sama, Apakah mata anda saat melihat?; yakin atau
tidak, terasa atau tidak terasa, bakat atau tidak
bakat, tinggi atau rendah tingkat spiritual
./metafisika anda, anda sakti atau tidak sakti, anda
lulusan universitas atau sekedar lulus SMU. Begitu
juga saat anda mendengar, saat anda berbicara, saat
anda merasakan makanan menggunakan lidah, saat anda
merasa kepanasan atau kedinginan, dan kegiatan lain
yang sifatnya alamiah, apa-adanya, otomatis jadi tidak
perlu disengaja, juga tidak perlu / tidak boleh ada
sugesti.

—–

Maka dari itu ketika muncul penjelasan tentang
kompatiologi dari kalangan yang bukan pengajar dan
bukan pengguna kompatiologi, malah kebanyakan memang
teoritisi yang tidak mau belahjar samasekali, yang
semuanya adalah orang-orang berbudaya budaya
‘berpikir’ (mensugesti pikiran dan perasaan diri
sendiri secara sadar atau tidak sadar dengan berbagai
pembenaran, anggapan dan keyakinan) maka timbul
berbagai masalah:
1. Bila diinstalasi pada orang yang hanya peduli pada
dirinya sendiri maka akibatnya timbul kesadaran bahwa
ternyata ada satu kemampuan yang sudah ada pada setiap
orang tetapi belum pernah dipakai samasekali sehingga
si pengguna mulai belajar memanfaatkannya dalam bidang
pekerjaan atau kegiatan lain yang digelutinya lalu
ketika sudah semakin otomatis karena menyatu dengan
diri sendiri (tidak dianggap sebagai ilmu terpisah)
maka mempengaruhi perjalanan hidupnya.
2. Bila diinstalasi pada orang yang terlalu terbawa
pada budaya ‘berpikir’ (mensugesti pikiran dan
perasaan diri sendiri secara sadar atau tidak sadar
dengan berbagai pembenaran, anggapan dan keyakinan)
maka akibatnya orang tsb akan mengalami kesulitan
dalam usahanya melakukan sugesti terhadap dirinya tsb
karena sadar tidak sadar proses pengukuran yang
berjalan membedakan nama yang sekedar hasil sugesti
pikiran dan perasaan dan mana yang adalah data yang
diperoleh dari pengukuran tsb. Maka dari itu
kompatiologi tidak disukai oleh kalangan metafisika,
spiritual juga kalangan ilmiah dan scientific karena
semua aliran ini berbasis budaya berpikir, mensugesti
pikiran dan perasaan diri sendiri secara sadar atau
tidak sadar dengan berbagai pembenaran, anggapan dan
keyakinan.
2.1. Dalam beberapa kasus pada orang yang menggunakan
budaya berpikir mensugesti pikiran dan perasaan; orang
tsb malah membuat konsep, pembenaran, anggapan dan
keyakinan tentang apa itu kompatiologi dengan
bahasa-bahasa metafisika, spiritual maupun science /
ilmiah bahkan sebelum menjadi pelaku / peserta
dekon-kompatiologi. Dan mempertahankan keyakinan itu
mati-matian hingga acara dekon-kompatiologi yang
diikutinya selesai, sehingga berapapun dia membayar,
dia tidak mendapat apa-apa.
2.2. Ada kasus lagi orang tsb mencari-cari sensasi
ajaib seperti misalnya mabok, blank, dlsb dari
dekon-kompatiologi karena terbiasa menjalani sebuah
ilmu dengan mencari sensasinya seperti orang ikut
latihan reiki, prana, kundalini, meditasi, dlsb. Jadi
malahan tidak menjalankan penerapan kompatiologi
karena mau cari sensasi-sensasi ajaib untuk merasa
sakti atau mampu saja. Ketika ada informasi yang masuk
tidak dianggap ada karena tidak bersensasi yang serba
ajaib.

Semoga para pengajar, pengguna dan calon pengguna
kompatiologi memperhatikan hal ini agar tidak sia-sia
belajar kompatiologi dan tidak terbawa ke hal lain
yang diberi judul kompatiologi sehingga merusak nama
baik kompatiologi di mata anda.

Pesan kepada pembaca:
Melihat secara sederhana, Pikirkan secara sederhana,
Jalani secara sederhana. Tidak usah berimajinasi
muluk-muluk mencari-cari apa di belakang sana.
Olah-lah data yang ada, ada tidak usah mengadakan yang
tidak ada. Kalau tidak maka yang ada tidak
dipedulikan, yang tidak ada dicari-cari.

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Senin, 13 Agustus 2007

LAMPIRAN Info ‘Pendekon’ (Pengajar) Kompatiologi
Last update: 14 Juli 2007 (berlaku sampai update
berikutnya)

Maillist-maillist tempat diskusi Kompatiologi
(unmoderated) :
* http://groups. yahoo.com/ group/komunikasi _empati
* http://groups. yahoo.com/ group/vincentlio ng
*
http://groups. google.com/ group/komunikasi _empati/about

ISI LAMPIRAN
* Daftar kelompok pengembang Kompatiologi.
* Daftar pengajar Kompatiologi cabang Jakarta.
* Daftar penasehat Kompatiologi cabang Jakarta.
* Daftar pengajar Kompatiologi cabang daerah (di luar
Jakarta; Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo &
Purwokerto,. )
* Mendatangkan Vincent Liong Penemu & Pendiri
Kompatiologi ke Kota Anda.

Note: Keterangan tentang ciri-ciri dan spesialisasi
masing-masing pribadi pendekon ditulis oleh Vincent
Liong & Leonardo Rimba.

YANG PERLU DIPERHATIKAN:
* By appointment only. Biasanya pendekon membawa
pendekon dari cabang lain bilamana jumlah terdekon di
luar kemampuan pendekon dengan tujuan untuk menjaga
standart kwalitas hasil dekon.
* Wajib konformasi sehari sebelum hari appointment dan
hari yang sama sebelum dekon.
* Tidak melayani tanya-jawab via sms dan misscall.
* Biasanya acara dekon berlangsung selama empat jam.
Dilarang meninggalkan acara sebelum acara selesai.
* Order proyek luar kota, seminar, wawancara pers,
dlsb hubungi & deal langsung dengan masing-masing
praktisi.
* Disarankan (tidak wajib) terdekon membawa teman yang
tinggal satu area / lingkungan pergaulan dengannya
agar memiliki teman sharing tentang penerapan
kompatiologi pasca dekon-kompatiologi, agar
perkembangan pasca dekon lebih cepat dan terkontrol.
* Tiap pendekon bekerja dan bertanggungjawab secara
independent. Tanggungjawab kepada klien adalah pada
masing-masing praktisi yang menjadi pendekon pilihan
anda.
* Praktisi kompatiologi tidak memberikan jaminan
apapun terhadap klien. Segala resiko dari proses
dekonstruksi ditanggung oleh klien sendiri.
* Tarif yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu
tanpa pemberitahuan (baik diubah oleh Vincent Liong
maupun oleh masing-masing pendekon sendiri tanpa
memberitahu Vincent Liong).
* Kompatiologi juga membuka diri untuk donasi /
sumbangan biaya penelitian yang sifatnya pribadi
karena dilakukan oleh masing-masing pendekon atas
kemauan & usaha sendiri. Sumbangan berupa uang dapat
ditransfer ke bank account atau secara tunai(cash).
* Untuk informasi yang belum disebutkan di atas dapat
menanyakan langsung kepada pendekon.

KELOMPOK PENGEMBANG KOMPATIOLOGI

* ADHIPITALOKA (di Jakarta)
Founder: Adhi Purwono & Ardiningtiyas Pitaloka.

* “DeRiDa” (di Jakarta)
Founder: DaDE (M. PRABOWO), RIo Panjaitan & DAyapala
Pema Lodoe (Steven Tjoeng).

PENGAJAR KOMPATIOLOGI CABANG JAKARTA

* ONNY LEWIS
Onny adalah seorang yang mendalami penerapan
kompatiologi dalam hubungan dengan alam sekitar
seperti misalnya cuaca; arah angin, awan, tekanan
udara, kelembaban udara, dlsb.
Lokasi dekon: (belum ditentukan)
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
Hp: 081319780747 & 08158204530

* ARRY RAHMAN
Arry adalah seorang yang tidak terlalu meributkan
definisi, handal dalam instuisi yang bahkan bagi
dirinya tidak terlalu peduli pada pendefinisian.
Lokasi dekon: Plaza Senayan.
Jadwal by Appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
CDMA flexi: 021-68661220

* ANDY FERDIANSYAH
Andi memfokuskan diri pada karaktristik sensasi untuk
pengekspresian diri. Andi saat ini masih kuliah di
Institut Kesenian Jakarta, jurusan film dan televisi,
spesialisasi penulisan skenario, angkatan 2003.
Lokasi dekon: Plaza Senayan.
Jadwal by Appointment, hanya bisa di hari minggu saja.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
Hp: 085691039071 & email: tinta_negatif@ yahoo.com

* ARDININGTIYAS PITALOKA
Bagaimana seorang wanita yang dididik dengan budaya
masa lalu, menjadi diri sendiri di masa postmoderen.
Lokasi dekon: Mall Kelapa Gading, Plaza Senayan &
Senayan City.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
CDMA fren 08888585029 & Hp: 081802894243.

* MARWAN M.
Marwan, menekuni pencarian diri bagi orang yang
berminat meninggalkan nilai-nilai tradisional, untuk
masuk ke masa postmoderen, dengan memilih sendiri
unsur apa yang harus dipertahankan dan unsur apa yang
harus diambil dari luar budayanya sendiri.
Lokasi dekon: Plaza Senayan, Senayan City & Mall Taman
Anggrek.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
CDMA esia: 021-93710900 & Hp: 0818888653.

* STEVEN TJOENG (alias: Dayapala Pema Lodoe)
Steven adalah universalis pencari kebenaran sejati
untuk membantu manusia lainnya mengakhiri permasalahan
hidupnya.
Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
CDMA esia: 021-93332223 & Hp: 081381381311.

* FARIS FREDY PUTRANTO
Fredy adalah pribadi yang work hard & play hard.
Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Senayan,
Senayan City & Plaza Semanggi.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
Hp: 085697868012.

* DADE (M. PRABOWO)
Dade adalah pribadi yang banyak mendalami aliran yang
bersifat sufistik / tasawuf.
Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi &
Mall Kelapa Gading.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
CDMA esia: 021-98805716 & Hp: 081808862171.

* RIO PANJAITAN
Rio adalah pribadi yang pribadi yang memiliki
background tekhnik beladiri & filosofi Aikido, dan
filsafat Bushido yang adalah warisan budaya Jepang.
Mengkhususkan diri bagi mereka yang memiliki semangat
pengabdian dalam bidang apapun.
Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi &
Mall Kelapa Gading.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
CDMA esia: 021-99068707 & Hp: 081380530125.

* ADHI PURWONO
Adhi mampu mengerti pengalaman-pengalam an sikofren
yang berasal dari masa kanak-kanak yang berlanjut ke
masa dewasa dan masalah yang berkaitan dengan hubungan
antar pribadi.
Lokasi dekon: Plaza Senayan, Senayan City, Mall Taman
Anggrek & Mall Puri Indah.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
CDMA flexi: 021-68812660 & fren: 08886187085.
Bank Account: Bank BNI cabang Harmoni.
A/c: 1810500-6 A/n: Adhi Purwono.

* VINCENT LIONG (Pendiri & Penemu ilmu Kompatiologi)
Vincent adalah pendiri & penemu Kompatiologi, secara
pribadi berminat pada masalah eksistensi & adaptasi
diri terhadap lingkungan.
Lokasi dekon: Plaza Senayan & Senayan City.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.500.000,- per peserta di Plaza Senayan
& Senayan City.
CDMA flexi: 021-70006775 & esia: 021-98806892 (untuk
di Jakarta saja).
CDMA fren: 08881333410 (untuk di Jakarta & luar kota).

Telp: 021-5482193, 5348567 Fax: 021-5348546
Bank Account: Bank BCA cabang Permata Hijau.
A/c: 178-117-9600 A/n: Liong Vincent Christian.

PENASEHAT KOMPATIOLOGI CABANG JAKARTA

CORNELIA ISTIANI (user)
Istiani mengkhususkan diri pada mereka yang berasal
dari bidang Psikometri dan Pendidikan dalam
hubungannya dengan ilmu Kompatiologi.
Hp: 081585228174 CDMA flexi: 021-68358037
CDMA fren: 08886167847 (untuk di Jakarta & luar kota).

JUSWAN SETYAWAN (user)
Juswan adalah penulis & edukator piawai dalam bidang
kedokteran populer.
Hp: 08159162193

LEONARDO RIMBA (non-user)
Leonardo Rimba, ilmuan politik yang bergerak di bidang
metafisika praktis.
Hp: 0818183615

PENGAJAR KOMPATIOLOGI CABANG DAERAH

* Cabang SOLO
Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.200.000,- per
peserta.
– Sunu (Hp: 08122651357 CDMA flexi: 0271-7072879)
Sunu adalah sarjana hukum yang sedang meneliti
berbagai pendekatan praktis bagi mereka yang sedang
atau akan mempelajari kompatiologi.
– Toto (CDMA fren: 08886702727 flexi: 0271-7035186 Hp:
08552812005)
Toto adalah filsuf sosial dengan pendekatan ilmiah
populer yang penjelasannya sangat mudah dicerna oleh
masyarakat umum.
– Wawan Setiawan (Hp: 081932655888 CDMA fren:
08882900288)
Wawan mengkhususkan diri dalam memberikan pengarahan
kepada mereka yang pernah, akan, atau sedang
berkecimpung dalam dunia hitam di Indonesia dan
hubungannya dengan ilmu kompatiologi.
– Alan Sarwono (Hp: 0811285540)
Alan Sarwono mengkhususkan diri pada mereka yang telah
menduduki posisi managerial menengah dan berambisi
untuk mencapai jabatan tertinggi di organisasi bisnis
mereka.
– Aida (CDMA fren: 08882989050)
Aida mengkhususkan diri pada pendekatan lintas agama
dalam hubungannya dengan ilmu kompatiologi.
– Agung PW (Hp: 081331139120)
Agung mengkhususkan diri bagi mereka yang bergerak
dalam bidang seni dan pendidikan.
– Sukma (CDMA fren: 08886753831)
Agung mengkhususkan diri bagi mereka yang bergerak
dalam bidang seni visual terutama fotografi dan
fenomena ke-Indigo-an.
– Willy BS (Hp: 08179489889, 0816674069 CDMA flexi:
0271-7016881)
Willy, spesialis soal orangtua yang merasa dirinya
atau anaknya bermasalah.

* Cabang YOGYAKARTA
Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.200.000,- per
peserta.
– Lely Cabe (CDMA fren: 08882738729 Hp: 08170428081)
Lely sangat memahami masalah-masalah lintasbudaya
antar bangsa dan toleransi sosial.
– Aida (CDMA fren: 08882989050)
Aida mengkhususkan diri pada pendekatan lintas agama
dalam hubungannya dengan ilmu kompatiologi.

* Cabang BANDUNG : Bimo Wikantiyoso
Bimo sementara ini mengkhususkan diri untuk melayani
mereka yang ingin menjadi adaptif dalam hal-hal
spiritualitas dan pengendalian hal-hal keduniawian.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
CDMA fren: 08888405843 & Hp: 0816746770.

* Cabang JAYAPURA(Papua) : Ondo Untung
Ondo adalah pribadi yang lihai dalam menganalisa
fenomena sosial-politik kontemporer.
Jadwal by appointment.
Tarif umum: Rp.300.000,- per peserta.
Hp: 08128599710.

Mendatangkan Vincent Liong Penemu & Pendiri
Kompatiologi ke Kota Anda.
Untuk mendatangkan / mengundang Vincent Liong, hal-hal
yang perlu dipenuhi adalah sbb:

1. AKOMODASI
* Ada individu penanggungjawab / sponsor (local
representative) yang jelas, yang mengatur acara &
mengurus perekrutan peserta. Akan lebih baik bila
individu penanggungjawab datang ke Jakarta sebelumnya
untuk mengenal Vincent Liong dan Kompatiologi lebih
dalam sebelum menjadi local representative di acara
kunjungan Vincent Liong, agar tidak ada
kesalahpahaman.
* Tiket pesawat pergi & pulang ke kota tsb & akomodasi
hotel dibelikan di muka.
* Tambahan biaya satu juta rupiah untuk uang saku,
dibayar di muka via transfer ke bank account.
* Ada individu yang menemani, mengantarkan (fasilitas
transportasi) & membiayai Vincent Liong berekreasi,
sambil pendalaman kompatiologi secara informal di
waktu luang agar tidak bosan / jenuh saat di kota tsb.
* Biasanya acara kunjungan dilakukan selama seminggu
sampai dua minggu untuk mempersiapkan kompatiologi
cabang daerah yang independent tidak tergantung cabang
Jakarta dalam aplikasinya.

2. TARIF DEKON KOMPATIOLOGI
* Bagi peserta di kota tsb, yang mengikuti acara
bersama Vincent dikenai tarif Rp.300.000,- /peserta,
biaya ini di luar biaya & hal AKOMODASI.

3. TARIF SARASEHAN
* Bagi pihak yang ingin mengundang untuk acara
sarasehan bertema kompatiologi dengan pembicara
Vincent Liong, dapat dinegosiasikan langsung per
telepon dan email. Bila di luar kota, maka hal tsb
harus memenuhi hal AKOMODASI.

(Note: Aturan main di atas juga berlaku untuk
mendatangkan para pendekon kompatiologi yang lain yang
nama dan contact personnya tercantum dalam email ini.
Silahkan hubungi langsung per telepon.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *