22 Agustus 2005 admin 2Comment

Entah harus kumulai dari mana untuk mengakui kejujuran diri

Bersamanya, hari selalu indah
Bersamanya, langit terasa selalu cerah
Ia terlalu tulus dalam segala
Hingga kini masih sulit kutemui titik salah di dirinya

Mengenal dirinya, dan tak peduli lagi pada waktu
Menatap wajahnya, dan tak ingat lagi pada segala trauma
Membelai rambutnya, dan aku semakin tak mampu menghempasnya

Hanya padanya aku tak berani menyakiti
Hanya padanya aku tak bernyali ingkar janji
Hanya padanya aku selalu berusaha menjadi pria yang mengerti

Rasa sayang itu terlalu dalam
Hingga kutak tahu seperti apa isi di dasar sana
Aku begitu menyayanginya
Ia hadir bagai anugerah atas segala fantasi sempurna
Tapi, itu… Itu bukan cinta!

Tuhan…
Bukankah hal sulit bagimu untuk menghujamkan rasa cinta di hati ini?
Aku begitu ingin mencintainya
Segala yang kulakukan adalah tulus, aku begitu menyayanginya
Dan aku tahu, itu bukan cinta…

Betapa aku selalu resah membayangkan kemungkinan terburuk
Saat ia tahu aku tidak mencintainya…
Betapa aku selalu khawatir memikirkan segala kekecewaannya kelak

Aku terlalu menyayanginya
Hingga ku tak pernah rela melihat ia terluka
Rasanya, apapun akan ku lakukan untuk bahagiakannya
Termasuk mencari cinta untuknya…
Namun hingga kini rasa itu belum juga kutemui
Sementara aku terus bersama resah
Khawatir ia mengetahui segala…

Cinta… Cinta…
Di mana engkau???
Tidakkah kau lihat ia begitu tulus padaku akan segala
Cinta, kasih sayang, kesetiaan, dan segala pengorbanan
Apalagi yang dapat kutapikkan untuk tidak mencintainya?
Tapi, mengapa cinta tak jua mau datang di hatiku untuknya?

Aku benar-benar berada dalam satu titik yang tak pernah kubayangkan sebelumnya
Menyadari, menghayati, mengagumi, dan menghargai segala tulusnya
Gadis bijak dari alam khayalku selama ini telah menjadi nyata
Membawakan aku cinta dan segala bahagia
Namun ternyata aku tak mencintainya…

Bagaimana aku harus bercerita padanya tentang semua ini?
Dari mana harus ku mulai kejujuran diri ini?
Aku terlalu takut menatap kecewa di matanya kelak…

Betapa bodohnya aku…
Kemana segala rasa cinta itu saat orang yang tepat telah hadir di hadapku?

2 thoughts on “Ada cinta yang tak kucinta…

  1. Its like you read my mind! You appear to know so much about this, like you wrote the book in it or something. I think that you can do with some pics to drive the message home a little bit, but other than that, this is wonderful blog site. A great read. I will definitely be back…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *