8 Februari 2006 admin 0Comment

Mencintai gadis suci, lalu kenikmatan sejati itu menjadi ada

Kini, tidurku hanyalah untuk hadirkan ia dalam mimpi

Menatapnya yang hanya sesekali dan sesaat
Cukuplah membutakan mata ini dari keinginan menatap ayu lain

Tak perlu sentuhan, cukup sebuah senyuman
Lepaslah sudah segala gelora birahi jiwa

Mendengar lirih lembut suaranya adalah keindahan agung bagi gendang telinga

Jangan pergi!
Teriak dalam jiwa saat menatap langkahnya menuju pulang

Gadis suci, sebuah anugerah, atau mungkin cobaan
Ketika rindu-rindu menjadi nyata
Dan setiap nyata adalah rindu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *