13 April 2015 admin 0Comment

Paradox adalah suatu situasi yg timbul dari sejumlah premis (apa yg dianggap benar sbg landasan kesimpulan kemudian; dasar pemikiran; alasan; asumsi; kalimat atau proposisi yg dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dl logika), yg diakui kebenarannya yg bertolak dari suatu pernyataan & akan tiba pada suatu konflik atau kontradiksi.

Di dlm otak kita sesungguhnya perlu dikaji asumsi2 yg terjadi dlm kehidupan ini. Kita perlu mempertahankan atau melepaskannya. Pertahankan dgn sepenuh hati apa yg seyogyanya kita hrs pertahankan & lepaskan dgn keikhlasan hati apa yg sesungguhnya perlu kita lepaskan.

Ingatlah beberapa Paradox ini:

Ketika kita berpikir negatif pada seseorang…
Tanpa sadar, kita sesungguhnya telah menghakimi orang itu…

Lebih mudah mana?
Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan…
atau memakai sepatu agar kaki kita tdk terluka…

Lebih mungkin mana?
Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman…..
atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri..?

Lebih mudah mana?
Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan…..
atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?

Lebih penting mana?
Berusaha menguasai org lain……
atau belajar menguasai diri sendiri?

Yg penting bukan bagaimana org hrs baik pada kita,  melainkan bagaimana kita berusaha baik pada org lain.

Bukan org lain yg bikin kita bahagia, melainkan sikap diri kita sendiri-lah yg menentukan kita bahagia atau tdk.

Setiap waktu yg tlh kita habiskan dlm hidup ini tdk akan terulang kembali.
Namun ada 1 hal yg masih tetap bisa kita lakukan,

yaitu BELAJAR …
dari masa lalu utk hari esok yg lbh baik.

Lihatlah Paradox2 yg ada di Otak kita, mulailah dibenahi.

“I have found the paradox, that if you love until it hurts, there can be no more hurt, only more love.” Mother Teresa

TETAP SEMANGAT SELALU!
Have a GREAT TUESDAY! GC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *