2 November 2008 admin 3Comment

Ada berita mengejutkan kembali. Saya baca dari salah satu milis keperawatan yang saya ikuti. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi.

Perawat Mengakui Dipecat Karena Jilbab
Kamis, 30 Oktober 2008 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi: Wine Dwi Mandela, perawat bagian fisioterapi Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, menguatkan alasan pemecatan dirinya karena mengenakan jilbab.
Wine menceritakan, pemecatan itu terjadi pada 21 April, ketika dirinya pulang menunaikan ibadah Umrah.

Saat masuk kerja dia mengenakan jilbab, tetapi dilarang manajemen. Wine menolak menolak membuka jilbab, dan diminta mengundurkan diri. Wine setuju, dan menulis surat pengunduran diri dengan alasan memakai jilbab saat bekerja.

Oleh manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, Wine dinilai terlalu ekstrim dan diminta merevisi surat tersebut. Wine menulis ulang surat tetapi tidak menuliskan alasan apapun dalam surat pengunduran dirinya. “Pihak rumah sakit lalu merampas semua perangkat kerja saya,” katanya. “Mulai dari kart pengenal, sampai rekening gaji minta ditutup,” katanya.

Wine, berusia 26 tahun. Warga jalan Bungur II RT 002/ RW 002, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, itu mengawali kerja sebagai perawat pada 2004 lalu. Sejak awal kerja, Wine sudah memakai jilbab tetapi tidak permanen. Pada jam kerja dicopot, dan baru dikenakan saat dalam perjalanan pulang pergi dari rumahnya ke rumah sakit. Setelah pulang umrah, Wine total mengenakan jilbab.

Direktur Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat dr Dewi Sutandar, membantah memecat Wine Mandela, perawat bagian fisioterapi, karena alasan memakai jilbab.
“Pada dasarnya tidak ada pemecatan,” kata Dewi, ketika dikonfirmasi wartawan via telepon, Kamis (30/10).

Manajemen, lanjut Dewi, meminta Wine mengundurkan diri dengan alasan melanggar peraturan. Permintaan itu disetujui, Wine membuat surat pengunduran ditujukan ke manajemen. Surat pengunduran itu, kata Dewi. tidak lengkap dan meminta diperbaiki. “Tepi tidak dilakukan,” katanya.

Ditanya alasan permintaan pengunduran diri, Dewi tidak mau menjelaskan secara rinci. Dia hanya menyebut Wine, malanggar tata tertib yang ada. “Wine bahkan tidak masuk kerja setelah diminta buat surat pengunduran diri,” ujarnya. “Atas alasan itu rumah sakit melakukan pemecatan.”

3 thoughts on “Perawat Mengakui Dipecat Karena Jilbab

  1. trus, ormas islam pada diam ya?
    ada UU porno aja para pendosa protes besar2an
    kalo ada pegawai perusahaan islami yg dipecat gara2 gak pake jilbab, pasti heboh juga dunia
    heran, pembela keburukan jauh lebih bersemangat juang daripada pembela kebaikan

  2. Salam kenal
    Jangan selalu diam jika sudah melanggar hak-hak pribadi kita. Emang ada beberapa RS yang menerapkan peraturan itu. Tapi ini ssangat gak etis.. Mari kita lawan..
    Kita jadi perawat karena skill kita ,bukan busana kita
    Kunjungi blog gue ya tempinogaul.site50.net
    hari gini masih ada diskriminasi emang udah gak etis bener…

    Mr.Kemix

  3. Saya sangat menyetujui perjuangan Wine Mandela,sangat tidak logis melarang orang untuk menggunakan jilbab, mana kebebasan beragama di indonesia, kata-kata itu cuma sampah.
    Hal ini merupakan penistaan agama, peraturan seperti itu harus dihapus,kalau masalah ini tidak ada penyelesaiannya, kita selaku umat islam harus turun ke jalan!!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *