18 Januari 2009 admin 0Comment

Setelah menunggu selama 2 pekan, tim relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akhirnya bisa masuk ke Gaza pukul 17.10 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB. Hal ini dimungkinkan setelah MER-C mendapat surat rekomendasi dari KBRI di Kairo, Red Crescent Mesir dan Menteri Dalam Negeri Mesir.

“Sebelumnya Tim MER-C juga telah dua kali menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut Pemerintah Indonesia bila terjadi sesuatu pada mereka,” ujar Presidium MER-C Henry Hidayatullah, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (18/1/2009).

Tim relawan MER-C yang masuk Gaza yaitu dr Joserizal Jurnalis, SpOT, dr Sarbini, dr Indragiri, SpAn, dan Mursalim.

Menurut Hendry, satu relawan MER-C, Faried Thalib, yang sudah mendapat izin, tetap tinggal di Kairo dan El-Arish untuk mengurus pengiriman bantuan obat-obatan dan ambulans serta pengiriman Tim Medis selanjutnya untuk masuk ke Gaza.

Tim MER-C masuk ke Gaza, lanjut dia, hanya membawa pakaian secukupnya, karena obat-obatan dan peralatan medis tidak diizinkan masuk bersama. Keadaan juga belum memungkinkan bagi MER-C untuk membangun rumah sakit darurat.

“Tim rencananya akan bekerja memberi pertolongan kepada para korban di Rumah Sakit Asy Syifa,” ungkap Hendry.

Hendri menjelaskan, tim pertama MER-C yang masuk ke Gaza adalah tim bedah yang akan bertugas untuk mencari informasi kebutuhan di lapangan dan melakukan pertolongan medis khususnya operasi bedah tulang.

“Karena banyak korban agresi Israel yang dikabarkan banyak mengalami kasus trauma tulang,” pungkasnya.

Sumber: Detik.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *