13 Februari 2007 admin 0Comment

Detik.com – Wakil Direktur Rumah Sakit Kebon Jati Bandung, Yunandi, akhirnya
mengizinkan para perawat memakai jilbab. Namun, Yunandi buru-buru
menegaskan, ini keputusannya pribadi.

Izin mengenakan jilbab bagi perawat itu tertuang dalam surat kesepakatan
yang ditandatangani pihak Rumah Sakit Kebon Jati dan Front Pembela Islam
(FPI) Bandung sebagai saksi.

Dari pihak rumah sakit yang menandatangani surat tersebut adalah Yunandi dan
dua pejabat lainnya, yakni Yoyo Mulyadi dan Euis Hasanah. Sedangkan dari
pihak FPI Bandung adalah Asep Syarifudin dan Syaiful Abdullah.

Surat kesepakatan itu ditulis dengan tulisan tangan dan menegaskan tidak
keberatan pemakaian jilbab oleh para perawat selama bertugas.

“Tapi ini secara pribadi ya. Saya tidak tahu bagaimana tanggapan dari
pasien, perawat lain, direktur maupun yayasan. Terserah kalau mereka
(perawat) mau mengenakan jilbab besok atau nanti siang,” ujar Yunandi.

Perwakilan perawat, Sumiyati menyatakan, meski belum sesuai harapan pihaknya
cukup senang dengan kesepakatan ini. Menurutnya, Serikat Pekerja Farmasi dan
Kesehatan Rumah Sakit Kebon Jati akan terus berjuang agar hal ini menjadi
keputusan resmi direksi maupun yayasan.

“Nanti siang perawat yang memakai kerudung kita lihat reaksinya seperti apa.
Intinya kami tidak takut lagi memakai kerudung (jilbab),” ujar Sumiyati.

Menurut Sumiyati, jumlah perawat di Rumah Sakit Kebon Jati sekitar 300
orang. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya beragama Islam dan sebagian
besar mengenakan jilbab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *