Kau kekasih terbaik yang pernah kumiliki

 Lalu aku tersadar, setelah tertidur dalam waktu panjang

Aku sepi
Sejak dulu aku sendiri, tapi baru kali ini aku merasa sepi
Dan malam ini aku teringat pada semua
Cinta, amarah, egoisme
Lalu terpusat pada seorang putri
Tangannya belum pernah kusentuh
Menatap, sesekali
Dan lebih banyak diam.
Aku begitu menghormatinya, mencintainya
Aku tidak bodoh! Dan aku pria normal
Inginku mengecup keningnya, membelai rambut panjangnya
Mendekap dan mendamaikannya
Berbisik lembut, bercerita tentang segala
Namun aku terlalu mencintainya

Inginku membanggakan kau kepada dunia
Kau, ya, kau
Kau perempuan tertegar yang pernah ku kenal
Bahkan disaat tersakiti sekalipun
Dan kau tak pernah malu menertawakan kulit hitamku
Dan, kau terlalu lugu untuk berbohong
Kau takkan sanggup melupakanku
Kau takkan sanggup tidak memaafkan aku
Dan kau kekasih terbaik yang pernah kumiliki

Khajeya
Untuk Dhillah,
Kemarin, hari ini, dan nanti

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *