Hai… Kau ada dimana?
Dengan berjalan kaki sejak tadi kutelusuri trotoar
Namun kau tak muncul
Aku butuh kau malam ini!
Dan seperti malam-malam yang terlalu
Cukuplah kau sebagai pemuas nafsu
Hai, kau ada dimana?
Tahukan kau, aku rindu desah godamu?
Aku merindukan senyum dan kerling nakalmu
Leok anggun pinggul dan lututmu…
Dan semua yang dapat kubeli dengan hanya beberapa lembar ribuan
Datanglah padaku, aku mohon…
Maka kupastikan, seluruh uang di dompetku akan berpindah ke sakumu
– Uang yang hanya cukup untuk satu kali makan
Biar kupulang merakak, asal kau lemaskan lututku…
Jalang!
Kau ada dimana?!
Pelacur lain terlalu mahal untukku bayar
Shit! Shit! Shit!
Rok mini murahanmupun tak tampak!
Atau kau tengah sibuk berjuang bertahan hidup?